Alat Musik Tradisional Kebanggan Masyarakat Gumi Sasak
Gendang Beleq (Geger Girang), Dusun Lembuak Barat, Desa
Lembuak, Kec Narmada, Kab Lobar, NTB.
Gendang Beleq
Pulau Lombok tepatnya Suku Sasak memiliki beragam
kesenian dan kebudayaan, berbagai macam kebudayaan dapat ditemukan di Lombok,
Nusa Tenggara Barat. Salah satunya yaitu Gendang Beleq. Gendang beleq
merupakan salah satu kesenian
tradisional atau alat musik tradisional kebanggan
masyarakat gumi sasak yang dimainkan dengan cara ditabuh dan dimainkan secara
berkelompok. Konon katanya pada zaman dahulu gendang beleq merupakan salah satu musik pengiring dan musik penyemangat prajurit
sasak yang pergi berperang, namun seiring berjalannya waktu gendang beleq
dijadikan sebagai musik pengiring dan digunakan sebagai hiburan yang
dipertunjukkan pada acara kebudayaan, kesenian atau perayaan pernikahan adat
yang lebih tepatnya pada acara nyongkolan. Asal kata gendang beleq yang terdiri
dari dua kata yang dimana kata tersebut merupakan penggabungan antara bahasa
indonesia dengan bahasa sasak, kata “Beleq” dari bahasa sasak yang berarti
besar sedangkan kata “Gendang” berasal dari bunyi
gendang itu sendiri, yaitu dang atau dung.
Gendang beleq biasanya dimainkan secara bersamaan dan
dipadukan dengan alat musik lainnya, dalam tetabuhan gendang beleq biasanya gendang yang digunakan
terdiri dari dua
gendang beleq saja, namun
seiring perkembangan zaman jumlah gendang beleq yang digunakan meningkat
menjadi enam buah, dimana gendang
beleq yang berukuran besar yang dimainkan dengan cara dipukul dan dibawa dengan
cara digantung di pundak, dan alat musik lainnya seperti satu buah “perembak” dimana
perembak adalah cemprang besar yang dipegang dan
dimainkan oleh satu orang yang berada
ditengah-tengah, terdapat juga “cemprang biasa” atau cemprang kecil
terdiri dari 14 pasang, maka jumlah cemprang yang digunakan menjadi 15 pasang, “reong (kelentang) “ namun reong yang
digunakan dalam gendang beleq terdiri dari empat biji dua balean, terdapat satu
“oncer” dimana oncer ini
berbentuk gong bulat
kecil yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan “pemantok”, terdapat juga dua “gong” dimana gong ini
berbentuk bulat besar yang dibawa
berdua (lembah) dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemantok lalu menghasilkan suara pong dan jir,
“suling” (seruling) terdiri
dari satu yang dimainkan dengan cara ditiup sesuai irama musik gendang beleq, “rincik” yang terdiri dari enam
buah, dan satu buah “petuk
penyelak”. Diantara sekian
banyak alat musik ini dipadukan dan dimainkan sehingga menghasilkan suara tetabuhan yang indah dan merdu.
Gendang
beleq ini dimainkan sambil menari sesuai dengan irama dan gerakan yang telah ditentukan oleh
anggotanya dimana anggota gendang beleq
terdiri dari 15-20 orang. Para
pemain gendang beleq biasanya disebut dengan “sekahe”, sekahe gendang beleq
biasanya menggunakan “tampet” baju adat tradisional sasak Lombok, tidak lupa
juga menggunakan “sapuq” yang berupa ikat kepala khas sasak Lombok, dan yang
terahkir menggunakan “kereng” berupa kain songket khas sasak Lombok. Gendang beleq
memiliki filosofis dan juga disakralkan oleh masyarakat suku sasak, dimana
masyarakat suku sasak menilai gendang beleq memiliki nilai keindahan,
kebijakan, dan ketelitian.
Lembuak,
22 Desember 2017
Tapi skarang banyak yang jarang menggunakan GENDANG BELEQ..melaikan bnyak menggunakan CILOKAQ ato KECIMON...padahal jika kita lihat dari sudut pandang lain...menggunakan GENDANG BELEQ lebih episien..cepat sampai tujuan dan tidak menyebabkan macet dan kerusuhan remaja..smoga artikel ini mampu menyadarkan masyarakat dan mengurangi menggunakan KECIMON :)
BalasHapusyah semoga dengan adanya artikel ini masyarakat jadi sadar bahwa gendang beleq harus tetap dilestarikan, dan kita sebagai masyarakat gumi sasak harus bangga dan harus tetap melestarikan gendang beleq. semoga artikel ini bermanfaat.
HapusLuar biasa, smga dpt dipertahankan kedepannya
BalasHapusyah terimakasih, semoga bermanfaat.
HapusYa sih,,,,seharusnya kita sebagai orang lombok harus bisa melestarikan budaya sasak.supaya kita sebagai generasi muda tidak lupa dengan kesenian kita sendiri seperti gendang belek,kain songket,sapuk dll.
BalasHapusSeharusnya kita sebagai orang lombok harus bangga memiliki banyak seni dan budaya
yah semestinya sih begitu kita sebagai orang sasak harus bangga dan tetap melestarikan budaya sasak. terimakasih semoga bermanfaat dan jangn lipa like dan komen artikel-artikel selanjutnya yah.
HapusSaya berharap kedepannya gendang beleq akan tetap dikenal oleh generasi Sasak berikutnya. Mari kita lestarikan budaya bangsa, jangan biarkan gendang beleq sebagai limited culture.
BalasHapusSalam budaya!!😀😀
amin semoga gendang beleq menjadi semakin terkenal dan tetap dilestarikan.
Hapussalam :D
Gendang beleq, alat musik yang unik, patut dilestarikan..
BalasHapusterimakasih. mari kita lestarikan gendang beleq bersama-sama
Hapuspelajari alat musiknya, cintai budayanya.
BalasHapuskereeenn!!!
terimakasih semoga bermanfaat
HapusMari kita mengetahui lebih dalam trntang alat music sasak, agar kelak kita bisa mewariskan pada anak cucu
BalasHapusmari bersama-sama kita lestarikan.
Hapushalo wiwin ..
BalasHapusapakah kamu berasal dr lombok?
wah, terimakasih ya..
kamu sudah menulis tentang kebudayaan dari lombok sehingga saya tau kebudayaan2 apa saja yg bersal dari lombok. tulisanmu juga sangat mudah dimengerti dan fokus pada intinya.hanya saja tulisanmu itu terbatas, jd saran saya lebih banyak menulis lagi yaa dengan judul2 yg lebih keren terutama dengan judul kebudayaan2 lombok yang lebih banyak lagi. gar dunia tau bahwa lombok itu memeiliki segudang kebudayaan.😊
ya saya memang berasal dari lombok novi.
Hapusalhamdulillah kalau memang mudah dimengerti, semoga bermanfaat yah..
pasti bakal di tambah tulisan-tulisan lainnya, eh ya jangan lupa like dan komen artikel-artikel selanjutnya yah novi.
Terimakasih semoga bermanfaat.
Seharusnya masyarakat Sasak lebih cinta akan gendang beleq dan melestarikan budayanya .karena budaya adalah identitas yg harus dipertahankan.🤗🙂
BalasHapusya sangat benar.
HapusSekarang tradisi ini udah jarang di pakai masyarakat sasak lagi. Banyak yg menggantinya pake kecimol😭😭
BalasHapusyah memang, maka dari itu kita sebagai masyarakat penerus suku sasak harus melestarikan budaya ini.
HapusSangat menarik artikelnya, tapi masyarakat sekarang lebih suka menggunakan kecimol dibandingkan dengan gendang beleq. Mari samasama kita jaga dan lestarikan budaya sasak yg salah satunya adalah gendang beleq.
BalasHapusJangan sampai gendang beleq punahh.
Artikel yg sangat bagus dan bermanfaat untuk dibaca.
Agar masyarakat sasak paham betapa pentingnya melestarikan budaya sendiri.
Hebat yah suku sasak. Walaupun sy orang mbojo tapi sy salut dengan budaya sasak yang memiliki ragam budaya yang unik dan menarik.
BalasHapusTerus di pertahankan budaya sasak yang sangat unik dan menarik ini.
Good artikel..
BalasHapusSemoga bisa ttp di ingat budaya ini oleh masyarakat sasak 👍👍 👍
Budaya yang menarik semoga bermanfaat
BalasHapusKebudayaan yang keren sekali menurut saya semoga bisa tetap dilestarikan
BalasHapusKebudayaan yang keren sekali menurut saya semoga bisa tetap dilestarikan
BalasHapusPakaian, gendang, barisan menjadi ciri khas gendang beleq, serta bunyinya yang dapat mengajak orang yang mendengar ingin melihat.
BalasHapus