Nutong Dupe
Masyarakat sasak merupakan masyarakat yang sangat
patuh terhadap tradisi dan kebudayaan dan masyarakat sasak sangat melestarikan
tradisi, seperti halnya tradisi nutong dupe. Nutong Dupe adalah salah satu ritual
kebudayaan yang sering dilakukan oleh masyarakat sasak di desa saya, desa Lembuak, kec Narmada, Kab Lombok Barat, NTB. Hal semacam ini dilakukan pada malam
tertentu yang diinginkan oleh masyarakat pada saat mengadakan syukuran, namun
ada malam yang diwajibkan untuk acara nutong dupe seperti malam lebaran idul
fitri, lebaran topat, lebaran haji, roah bulan, mersin, maleman, maulid, isra’
mi’raj dll. Acara ini dilakukan oleh laki-laki saja dimana para lelaki
menggunakan perlengkapan peci dan kain lalu membaca doa seperti layaknya
seorang yang sedang melakukan zikir.
Acara nutong
dupe ini tidak lupa dilengkapi dengan sebuah dulang, dimana dulang
ini berisikan makanan yang bermacam-macam, namun pada saat nutong dupe pada lebaran
topat diwajibkan menyediakan topat dan tikel didalam dulang tersebut.
Hal yang paling penting yang harus disediakan pada acara nutong dupe adalah pendupean dimana pendupean ini terbuat dari tanah
liat (Tanaq
Malit) yang berbentuk seperti piring dan memiliki satu kaki, pendupean
ini berisikan serabut kelapa atau dalam bahasa sasaknya adalah kambut,
dimana kambut tersebut disiram minyak tanah lalu dibakar, pada saat kambut yang
menyala diatas pendupean di masukkan sedikit kemenyan, jika tidak ada
kemenyan dapat digantikan dengan memasukkan sedikit gula merah (Gule
Beaq).
Namun kontroversi yang sering terjadi pada saat
acara nutong dupe adalah pada saat memasukan kemenyan kedalam sebuah pendupean
yang berisi kambut berapi, seorang masyarakat yang tidak mengetahui dengan
jelas fungsi kemenyan tersebut pasti akan berfikiran bahwa kita orang islam
adalah orang yang sirik, karena mereka mengetahui bahwa kemenyan untuk orang
hindu sembahyang, padahal kemenyan tersebut tidak hanya untuk orang diluar
agama islam saja, melainkan kemenyan juga digunakan oleh orang islam pada saat
acara nutong dupe, dan kemenyan yang digunakan berbeda dengan kemenyan yang
digunakan oleh orang hindu, masyarakat juga sering berfikiran bahwa fungsi
kemenyan adalah sebagai pemanggil makhluk halus. Menurut kepercayaan orang
sasak bahwa fungsi kemenyan tersebut adalah sebagai perantara memanggil sanak
saudara yang telah meninggal atau untuk menghormati sanak saudara yang telah
meninggal dunia, yang dimana dalam bahasa sasaknya yang disebut dengan ye
langan te kueh dengan sak wah mate telang.
Dalam meluruskan hal
semacam ini memang tidak mudah didalam kalangan masyarakat luas, apalagi sampai
dikatakan sirik karena menggunakan kemenyan, menurut saya cara meluruskan hal
semacam ini dapat dilakukan dengan cara pembeleq-pembeleq dese
memberikan santunan atau ceramah kepada masyarakat pada saat acara-acara
tertentu seperti acara naekan dulang pada saat lebaran
idul fitri,santunan yang diberikan yang bersangkut paut dengan acara nutong
dupe dan fungsi kemenyan dengan jelas. Cara melurusakan yang selanjutnya yaitu
dengan cara memberitahukan kepada masyarakat bahwa nutong dupe menggunakan
kemenyan atau gule beaq merupakan ritual kebudayaan nenek moyang yang
diwariskan secara turun temurun yang tidak dapat diganggu gugat kebenaran dan
kegunaannya, sehingga harus dipatuhi dan dilaksanakan sepenuh hati.
budaya yang luar biasa.trus kembangkan
BalasHapusterimakasih. semoga bermanfaat.
Hapusamiiiiin.sama-sama
HapusSangaat unik yaa, postingannya sangat bermanfaat. Terimakasih. ๐
BalasHapusAlhamdulillah, semoga bermanfaat untuk anda.Terimakasih kembali:)
HapusCukup menambah wawasan...
BalasHapusAllhamdulillah semoga bermafaat dan semakin menambah wawasan anda dan para pembaca lainnya.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussama-sama semoga dapat menambah wawasan anda:)
HapusSungguh artikel yang sangat membantu..dimana skrang bnyak anak muda yang lupa akan tradisi.a tersendiri..bhkan lupa akan bagaimana para leluhur.a telah berjasa..trus tingkatkan dan kembangkan..agar semua orang makin ingat dan tidak lupa dengan kebudayaan serta adat dari masing" pulau ..INDONESIA ADALAH NEGERI SERIBU KEBUDAYAAN..
BalasHapusterimakasih. pasti akan terus ditingkatkan dan akan lebih dikembangkan lagi
Hapusagar anak sekarang tidak lupa dengan tradisi turun temurun yang telah dilestarikan oleh nenek moyang kita semua. Semoga bermanfaat
Artikel yang sangat membantu..trimakasih untuk pengetahuan yang anda berikan lewat artikel ini..kembangkan dan tingkatkan lagi nak..smoga kau menjadi penulis handal dan mulia amin
BalasHapusTerimakasih kembali pak, semoga bermanfaat.. amin semoga saja langkah saya di permudah yang maha Kuasa pak.
Hapus๐
HapusLuar biasa, berbagi pengetahuan
BalasHapusTerimakasih muna. semoga bermanfaat.
HapusTradisi yang laut biasa, pertahankan agar tidak hilang
BalasHapusTerimakasih, semoga menambah wawasan
HapusTrimakasih atas artikel yang di brikan..sangat bermanfaat dan membantu
BalasHapussama-sama semoga dapat menambah wawasan anda. jangan lupa like dan komen terus yah di artikel-artikel selanjutnya:)
HapusSya bukan org asli sasak tp sudah lama tinggal di lombok.. Dan sya juga baru tau ada budsya seperti ini di lombok. Budaya yg sgt unik. Artikelnya sgt membantu untuk nambah2 pengetahuan. Mantap ๐ ๐
BalasHapuswah hebat luar biasa walaupun bukan orang lombok tapi tetap harus tahu ya budaya sasak dan jangan lupa kita lestarikan budaya sasak bersama-sama.
Hapusjangan lupa like dan komen artikel-artikel selanjutnya.
Alhamdulillah bisa menambah pengetahuan๐
BalasHapusalhamdulillah, terimakasih semoga bermanfaat.
BalasHapusPost yang sangat menarik, sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih jangan lupa tetap lestarikan budaya sasak ya. jangan lupa like dan komen artikel-artikel selanjutnya.
HapusWah menarik ya tradisi di Lembuak. Semoga budaya kita tetap bertahan ya.
BalasHapusKita sebagai generasi penerus mesti mencintai tradisi sendiri ๐
ia harus bangga ya jadi masyarakat gumi sasak
HapusMenarik sekali tradisi di lembuak
BalasHapusUnik sekali
BalasHapushalo wiwin ..
BalasHapusapakah kamu berasal dr lombok?
wah, terimakasih ya..
kamu sudah menulis tentang kebudayaan dari lombok sehingga saya tau kebudayaan2 apa saja yg bersal dari lombok. tulisanmu juga sangat mudah dimengerti dan fokus pada intinya.hanya saja tulisanmu itu terbatas, jd saran saya lebih banyak menulis lagi yaa dengan judul2 yg lebih keren terutama dengan judul kebudayaan2 lombok yang lebih banyak lagi. gar dunia tau bahwa lombok itu memeiliki segudang kebudayaan.๐
ya saya memang berasal dari lombok novi.
BalasHapusalhamdulillah kalau memang mudah dimengerti, semoga bermanfaat yah..
pasti bakal di tambah tulisan-tulisan lainnya, eh ya jangan lupa like dan komen artikel-artikel selanjutnya yah novi.
Terimakasih semoga bermanfaat.
Sangat bermanfaat.saya bisa mengetahui ternyata Sasak kaya akan budaya dan tradisi๐๐
BalasHapusjangan lupa like dan komen artikel selanjutnya.
HapusSuku sasak memiliki banyak ragam kebudayaan yah salah satunya Nutong dupe Tradisi yang unik..
BalasHapusSangat bagus dan menarikk..
Saya bangga jadi masyarakat suku sasak.
Kembangkan.
Sasak sangat hebat dan menarik tradisinya yang unik.
BalasHapusWalaupun saya bukan orang asli suku sasak tetapi saya sangat salut dengan suku sasak.
Terus pertahankan dan lestarikan tradisi budaya sasak.
Budaya yang menarik semoga bermanfaat
BalasHapusIsinya padat dan bahasanya mudah di pahami.
BalasHapusTerima kasih atas artikelnya, sangat bermanfaat dan menambah wawasan.
Postingan yang sangat bermanfaat dan menambah wawasan.
BalasHapusRitual nuteng dupe tidak terlepas dari kata orang tua zaman dulu.
BalasHapus